June 2008


Lagu

polos bola matanya
bergerai rambut panjangnya
diakah kekasih sang dewa
yang terjaga dari noda

pasti harum jiwanya
seperti bunga-bunga
pasti sahaja hatinya
suci dan mulia

di timur matahari bangkit
mendaki bukit demi bukit
dalam sukma ia pun terbit
menyembuhkanku dari sakit

Tuhan, bisakah kiranya
kelak kukecup keningnya
dan di telaga bening matanya
aku membasuh luka

(ean, surabaya 76)

Advertisements

SAJAK BUAT ISTRI YANG BUTA
DARI SUAMINYA YANG TULI

Maksud sajak ini sungguh sederhana.

Hanya ingin memberitahumu bahwa baju
yang kita kenakan saat duduk di pelaminan
warnanya hijau daun pisang muda, tetapi
yang membungkus kue-kue pengantin
adalah daun pisang tua. Memang keduanya
hijau, tetapi hijau yang berbeda, Sayang.

Di kepalamu ada bando berhias bunga,
kau merasakannya tetapi mungkin tidak
tahu bunga-bunga itu adalah melati putih.
Sementara di kepalaku bertengger sepasang
burung merpati, juga berwarna putih.

Aku selalu membayangkan, hari itu, kita
seperti sepasang pohon di musim semi.
Kau pohon penuh kembang. Aku pohon
yang ditempati burung merpati bersarang.

Aku lihat, orang-orang datang dan tersenyum.
Mereka berbincang sambil menyantap makanan.
Tapi aku tak dengar apa yang mereka bincangkan.
Maukah kau mengatakannya padaku, Sayang?

(Aan Mansyur, 2007)

puisi favorit saya beberapa waktu terakhir. sederhana namun memikat. dalam sajak-sajaknya yang kerapkali tampak bersahaja, aan berhasil mengungkapkan sisi2 yang tak biasa dari rasa cinta. siapa sempat terpikir untuk menulis sebuah ungkapan cinta seorang tuli, kepada pasangannya, yang kebetulan buta. saya tahu ketidaksempurnaan sepasang suami istri (yang satu tuli yang satu buta) barangkali tak perlu diartikan harafiah, namun pun bila kita mengartikannya dengan cara demikian , efek yang timbul dari pembacaan akan sama kuatnya. dari puisi yang cukup pendek ini saya pribadi sadar betapa penginderaan manusia (merasa, melihat, dan mendengar) adalah perkara keseharian, begitu sepelenya sehingga kerap terlupakan untuk dijumput dan dijadikan bahan sajak. tapi aan memikirkannya. ia peduli. ia menyadarkan kita bahwa cinta, meski habis2an dijarah, takkan habis digali. selama masih ada manusia, cinta tak akan mati.


menjadi tua bersamamu*

aku ingin membuatmu tersenyum saat dirimu bersedih
memapahmu saat sendimu terasa sakit
aku sangat ingin menjalani tua bersamamamu

aku akan memberimu obat saat perutmu nyeri
menyalakan api saat tungku perapian padam
ah, akan terasa menyenangkan sekali untuk menempuh masa tua denganmu

aku akan merindukanmu
mengecupmu
memberimu jaketku saat dirimu merasa kedinginan

membutuhkanmu
menyuapimu
bahkan membiarkanmu memegang remote control
sementara merelakanku membereskan cucian piring di dapur
merebahkanmu di ranjang saat kau terlalu banyak minum

aku bisa jadi lelaki yang menempuh hari tua denganmu
aku ingin menjalani hari tua bersamamu

* terjemahan bebas dari lagu grow old with you dari film the wedding singer

: terubozu